The story of Coin a Chance and The founders of Coin a Chance

Hello Callers.. ^^

Callers, kegiatan CoinaChance pernah diliput oleh salah satu show terkenal yang ada di Indonesia, Kickandy. Di show ini diperkenalkan kegiatan CoinaChance dari dua pendiri CoinaChance, yaitu Kak Hanny dan Kak Nia. Tepatnya gerakan ini diliput pada tanggal 13 Mei 2011 dan pada saat episode Kami Peduli, Kami Mengabdi. Kalau Callers ingin menonton video-nya dapat dilihat di link ini http://www.youtube.com/watch?v=ieFRI3zJ-zk.

Pada kesempatan kali ini, CALL akan membahas mengenai dua pendiri yang telah mendirikan gerakan sosial untuk membantu anak-anak yang kurang mampu untuk sekolah dengan memanfaatkan koin-koin receh. Pertama yang akan CALL bahas adalah kak Hanny Kusumawati. Kakak yang lahir pada tahun 1983 ini merupakan seorang Konsultan Komunikasi dan mengajar. Kak Hanny memiliki blog pribadi, yaitu http://beradadisini.com/about/ dan twitter @beradadisini 

Sedangkan kakak yang memiliki nama panjang Nia Sadjarwo ini bekerja sebagai konsultan komunikasi dan juga bersekolah lagi.. Kak Nia memiliki akun twitter yaitu @nsadjarwo  Kedua kakak ini dulunya satu kampus dan tidak hanya itu ternyata mereka juga satu profesi dan memiliki hobi yang sama, yaitu mengumpulkan koin receh dari kembalian berbelanja. Selain itu kedua kakak ini memiliki kepedulian dalam bidang pendidikan dan ingin memajukan generasi muda bangsa Indonesia. 

Sebenarnya dari tahun 2007, kak Nia dan kak Hanny sudah mengumpulkan koin loh Callers, tapi kedua kakak yang sama-sama merupakan lulusan dari Public Relations ini belum percaya diri untuk membuat gerakan ini secara resmi. Lalu kak Hanny memposting di blog pribadi untuk mengajak teman-teman yang lain untuk berpartisipasi dan ternyata memiliki respon yang positif. Dari sanalah teman-teman yang lain menulis di blog pribadi mereka, membuat akun Facebook group, membuat poster, stiker dan membuat blog resmi untuk CoinaChance. 

“Kalau kita mau berbuat baikapapun bisa kita berikan. Kalau kita ada waktu kita berikan waktu, kalau ada tenaga bisa memberikan tenaga, kalau punya koin kita berikan koin. Jadi tidak perlu memberikan uang banyak, Rp. 100,- dan Rp 200,- kalau kita kumpulkan sama-sama, seluruh rakyat Indonesia bisa menyekolahkan banyak anak-anak Indonesia juga.” CALL mengutip dari kata-kata kak Hanny saat berbicara di acara Kickandy yang dapat dijadikan inspirasi dan motivasi untuk kita.

Kita tidak perlu memiliki uang yang banyak untuk menolong orang lain, apa yang kita miliki bisa kita pergunakan untuk membantu orang lain. Seperti jika kita memiliki waktu kita dapat meluangkan waktu kita, begitu juga dengan pengetahuan serta tenaga yang kita miliki. 🙂

 

Source : Twitter, blog dan Youtube.

By: Shannen Regina Wijaya

Advertisements

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s